Setitik . . Kesombongan

Standard

Allah, aku mohon ampun atas kesombongan dengan ilmu yang ada padaku,sombong dengan sedikit amal yang ada padaku, sombong dengan prestasi yang ada padaku, sombong dengan kekayaan yang ada padaku, sombong dengan ketampanan dan kecantikan yang ada padaku, sombong dengan semua kemudahan yang ada padaku, sombong dengan semua kesempatan yang diberikan padaku, sombong dengan segala atribut yang ada padaku, sombong karena merasa lebih tahu dari orang lain, sombong karena merasa lebih layak dari orang lain, sombong karena ingin dilihat lebih dari orang lain.

Allah, Sang Pemilik Hati dan di genggaman Mu lah jiwa dan hatiku berada, berilah aku kekuatan untuk melawan kesombongan dalam hatiku baik yang kutampakkan ataupun tidak kutampakkan.

Allah,  sungguh aku ini kecil, dunia yang selalu kukejar, prestasi yang kupuja-puja, kecerdasan yang kupamer-pamerkan, ketampanan dan kecantikan yang kukagum-kagumi, kekayaan yang kubangga-banggakan ini hanyalah sementara dan dengan sekejap saja menghilang, hanya amal saleh dan kerendahan hatilah yang kekal selamanya di sisi Mu.

Tiada berguna berjuta amal saleh, jika masih ada setitik kesombongan. Ingatkanlah hati ini untuk mengucapkan Astaghfirullaahal ‘azhiim (Aku mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung).

Klik disini untuk melihat poster lebih dekat : Setitik .. Kesombongan

Advertisements

Tidur yang Sunnah

Standard

Sebaik-baik tidur yang berkualitas adalah yang telah dicontohkan Rasulullah.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Ahzab : 21)

Amat banyak ladang untuk mengerjakan amal saleh dan memanen pahala seluas-luasnya. Yuk, Pelan-pelan belajar menerapkan Sunnah Rasulullah dimulai dari hal yang dekat dengan hidup kita sehari-hari 🙂

Klik disini untuk melihat poster lebih dekat : Tidur yang Sunnah

Tawakal dalam Bekerja

Standard

Seorang laki-laki dari kaum Anshar datang menghadap Rasulullah dan meminta sesuatu kepada beliau. Rasulullah bertanya “Adakah sesuatu di rumahmu?” Jawabnya “Ada, ya Rasulullah. Saya mempunyai sehelai kain tebal, yang sebagian kami gunakan untuk selimut dan sebagian kami jadikan alas tidur. Selain itu, saya juga mempunyai sebuah mangkuk besar yang kami pakai untuk minum.”

Rasulullah berkata “Bawalah kemari kedua barang itu”. Lelaki itu membawa barang miliknya dan menyerahkannya kepada Rasulullah. Setelah barang diterima, Rasulullah segera melelangnya kepada para sahabat yang hadir pada saat itu, beliau menawarkan pada siapa yang mau membeli. Salah seorang sahabat menawar kedua barang itu dengan harga satu dirham. Rasulullah menawarkan lagi, barangkali ada yang sanggup membeli lebih dari satu dirham, “Dua atau tiga dirham?” tanya Rasulullah kepada para sahabat sampai dua kali.

Tiba-tiba, salah seorang sahabat menyahut, “Saya beli keduanya dengan harga dua dirham”. Rasulullah menyerahkan kedua barang itu dan menerima uangnya. Uang itu lalu diserahkan kepada lelaki Anshar tersebut, sambil berkata “Belikan satu dirham untuk keperluanmu dan satu dirham lagi belikan sebuah kapak dan engkau kembali lagi kesini.”

Tak lama kemudian, lelaki tersebut kembali menemui Rasulullah dengan membawa kapak. Rasulullah melengkapi kapak itu dengan membuatkan gagangnya, kemudian berkata “Pergilah mencari kayu bakar, lalu hasilnya engkau jual di pasar dan jangan menemui aku sampai dua pekan.” Lelaki itu taat melaksanakan perintah Rasulullah.

Setelah dua pekan berlalu, ia menemui Rasulullah melaporkan hasil pekerjaannya. Lelaki itu menuturkan bahwa selama dua pekan ia berhasil mengumpulkan uang sepuluh dirham setelah sebagian dibelikan makanan dan pakaian. Mendengar penuturan lelaki Anshar itu, Rasulullah berkata “Pekerjaanmu ini lebih baik bagimu daripada engkau datang sebagai pengemis, yang akan membuat cacat di wajahmu kelak pada hari kiamat.”

Berusaha memenuhi kebutuhan hidup adalah salah satu bentuk ibadah kepada Allah. Maka bertawakallah dalam bekerja dan mintalah rezeki hanya kepada Allah, sebaik-baik pemberi rezeki.

Klik disini untuk melihat poster lebih dekat : Tawakal dalam Bekerja

Kata Seindah Doa

Standard

“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan (manusia) sebagai khalifah di muka bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).” (QS. An Naml : 62)

Berdoalah dengan harapan, rasa takut, kerendahan diri dan suara yang lembut karena Allah sangat senang mendengar doa hamba Nya.

“Sesungguhnya Rabb Yang Maha Hidup lagi Maha Mulia, Dia malu dari hamba Nya yang mengangkat kedua tangannya (meminta Nya) dikembalikan dalam keadaan kosong tidak mendapat apa-apa.” (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi dan Ahmad)

Klik disini untuk melihat poster lebih dekat : Kata Seindah Doa